Palopo, Potretnusantara.co.id – Menjelang pelantikan pengurus baru, ratusan bendera LMND Kota Palopo mulai dikibarkan di berbagai titik kota. Pengibaran ini bukan sekadar simbol seremoni, melainkan penanda konsolidasi ide dan arah perjuangan, Jumat (6/2/2026).
Mengusung tema “Memperkuat Gerakan Berbasis Riset serta Perlawanan Berlandaskan Data”, LMND Palopo menegaskan bahwa gerakan mahasiswa tidak boleh terjebak pada aktivisme reaktif dan simbolik. Gerakan harus berdiri di atas analisis material, riset lapangan, dan pembacaan kelas yang jelas.
Realitas demokrasi lokal hari ini menunjukkan gejala krisis: politik uang dinormalisasi, kesadaran politik rakyat direduksi menjadi transaksi lima tahunan, dan ruang demokrasi dibatasi oleh kepentingan elite. Dalam situasi seperti ini, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penonton atau penggembira elektoral.
Ketua Panitia Pelantikan, Muqarram Azra menyampaikan bahwa Gerakan Mahasiswa harus bertransformasi dari sekadar mobilisasi massa menjadi kekuatan Intelektual – Organisatoris yang mampu membongkar relasi kuasa di tingkat lokal.
“Perlawanan tanpa basis data akan mudah dipatahkan oleh narasi penguasa. Karena itu, setiap sikap politik harus dilandaskan pada riset yang berpihak pada kelas rakyat, bukan pada kepentingan oligarki,” tegasnya.
LMND Palopo menilai bahwa demokrasi sejati bukan sekadar prosedur pemilihan, melainkan soal siapa yang diuntungkan dan siapa yang terus dimiskinkan oleh sistem. Karena itu, penguatan riset menjadi strategi untuk memastikan bahwa perjuangan tidak kehilangan arah dan tidak mudah dikomodifikasi.
Penulis: S PNs















