AdvertorialPendidikan

KKN Unasman di Rappang Barat Gelar Kampanye dan Penyuluhan Anti Kekerasan Perempuan dan Anak

×

KKN Unasman di Rappang Barat Gelar Kampanye dan Penyuluhan Anti Kekerasan Perempuan dan Anak

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) Desa Rappang Barat menggelar kampanye dan penyuluhan anti kekerasan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Balai Pertemuan Desa Rappang Barat, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan kekerasan berbasis gender sekaligus bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan, khususnya bagi perempuan dan anak.

Adv

Kampanye dan penyuluhan ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Al Asyariah Mandar, Dr. Hj. Chuduriah Sahabuddin, M.Si., serta dihadiri Kepala Desa Rappang Barat Aco Alimuddin beserta jajaran, Ketua BPD, Ketua TP PKK Desa Rappang Barat, tokoh masyarakat, tokoh agama, komunitas pemuda, pengurus Koperasi Desa Merah Putih, ibu-ibu PKK, masyarakat umum, serta narasumber di bidang hukum, Nur Fitrah, S.H., M.H.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, faktor penyebab terjadinya kekerasan, serta dampak psikologis dan sosial yang dialami korban.

Kepala Desa Rappang Barat, Aco Alimuddin, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai penyuluhan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Kegiatan ini luar biasa karena memberikan kita pengetahuan tentang kekerasan dan wajib diaplikasikan di lingkungan masing-masing. Jika kita dibekali pengetahuan, maka kita bisa mencegah. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujar Aco Alimuddin.

Ia menegaskan peran keluarga dan masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya kekerasan sejak dini, khususnya terhadap perempuan dan anak.

Hal senada disampaikan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Desa Rappang Barat, Abd. Rahman. Ia menilai kegiatan ini relevan dengan kondisi sosial yang terjadi di Kabupaten Polewali Mandar.

“Kegiatan ini sangat penting mengingat banyaknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di Polewali Mandar. Dulu kasus-kasus kekerasan hanya kita saksikan di berita televisi dari luar daerah, namun belakangan sudah terjadi di sekitar lingkungan kita sendiri. Oleh karena itu, kegiatan ini penting untuk membekali masyarakat agar kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa kita cegah secara bersama-sama,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Al Asyariah Mandar, Dr. Hj. Chuduriah Sahabuddin, M.Si., menekankan bahwa kampanye dan penyuluhan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam pemahaman hukum.

“Kampanye dan penyuluhan ini sangat bermanfaat karena menambah pengetahuan kita semua tentang hukum yang berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kegiatan ini sangat penting karena tingkat pelecehan dan kekerasan saat ini cukup tinggi dan pelakunya tidak memandang profesi. Kasus-kasus ini hampir menerpa semua kalangan,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber Nur Fitrah, S.H., M.H., memaparkan data terkait tingginya angka kekerasan berbasis gender.

“Pada tahun 2025, polisi mencatat sebanyak 36.148 kasus kekerasan berbasis gender yang mencakup perempuan dan anak, namun hanya sekitar 12,8 persen yang terungkap secara hukum. Selain itu, Pengadilan Agama Polewali Mandar mencatat 624 janda baru hingga awal 2026, dengan 55 perkara perceraian masih dalam proses, dan salah satu penyebabnya adalah kekerasan dalam rumah tangga,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menanamkan nilai-nilai non-kekerasan, kesetaraan gender, serta kepedulian terhadap perlindungan perempuan dan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *