Advertorial

Menag Nasaruddin Umar Kenang Salim S. Mengga: Sosok Visioner dan Dermawan Sulawesi Barat

×

Menag Nasaruddin Umar Kenang Salim S. Mengga: Sosok Visioner dan Dermawan Sulawesi Barat

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Potretnusantara.co.id – Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar mengenang almarhum Mayjen (Purn) Salim S. Mengga sebagai sosok visioner, dermawan, dan penuh keteladanan yang meninggalkan jejak kebaikan mendalam bagi masyarakat, khususnya di Sulawesi Barat.

Hal tersebut disampaikan Prof. Nasaruddin dalam tausiah di Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026). Ia mengaku memiliki hubungan emosional yang sangat dekat dengan almarhum, bahkan telah mengenalnya seperti kakak kandung sendiri.

Adv

“Saya mengenal almarhum Pak Salim layaknya kakak kandung saya sendiri. Ketika saya berada di Makassar, saya pernah dirawat oleh keluarga beliau,” ujar Prof. Nasaruddin.

Prof. Nasaruddin juga mengisahkan pertemuannya dengan almarhum di Masjid Istiqlal, Jakarta. Dalam pertemuan itu, almarhum Salim S. Mengga menyampaikan kepeduliannya terhadap pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Barat.

“Beliau bertanya kepada saya, Apa yang bisa saya bantu untuk Sulawesi Barat? Jawaban beliau sangat tulus dan visioner, yaitu agar dibangun pesantren dan madrasah unggulan di beberapa wilayah Sulawesi Barat,” kata Prof. Nasaruddin.

Ia menegaskan bahwa permintaan tersebut merupakan amanah besar yang akan segera ditindaklanjuti.

“Ini adalah amanah. Insyaallah akan segera kami tunaikan,” tegasnya.

Menurut Prof. Nasaruddin, sepanjang hidupnya almarhum Salim S. Mengga dikenal sebagai pribadi yang gemar menolong tanpa pamrih. Banyak anak-anak yang disekolahkan dan masyarakat yang dibantu almarhum dalam berbagai kesulitan hidup.

“Saya sendiri merasakan langsung kebaikan itu. Saat masih menempuh pendidikan S1, saya banyak dibantu oleh keluarga Pak Salim dalam perjalanan hidup dan pendidikan saya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, almarhum bukan hanya memiliki anak secara biologis, tetapi juga banyak “anak spiritual” yang tumbuh berkat sentuhan kasih sayang, bimbingan, dan keteladanan yang ditanamkannya.

“Pak Salim bukan hanya memiliki anak secara biologis, tetapi juga memiliki banyak anak spiritual mereka yang tumbuh karena sentuhan kasih, bimbingan, dan keteladanan beliau,” tutur Prof. Nasaruddin.

Meski telah berpulang, Prof. Nasaruddin menegaskan nilai perjuangan dan kebaikan almarhum akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

“Beliau telah berpulang, tetapi nilai perjuangan dan kebaikannya akan terus hidup dalam diri kita semua,” ujarnya.

Di akhir tausiahnya, Prof. Nasaruddin memanjatkan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengangkat derajatnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Al-Fatihah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *