AdvertorialPendidikan

Mahasiswa KKN UNASMAN Rappang Barat Laksanakan Program Biopori, Wujud Kepedulian Lingkungan

×

Mahasiswa KKN UNASMAN Rappang Barat Laksanakan Program Biopori, Wujud Kepedulian Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Polewali Mandar, Potretnusantara.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Al-Asyariah Mandar (UNASMAN) Angkatan XLI Tahun 2026 melaksanakan program kerja pembuatan lubang biopori di Desa Rappang Barat, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan lingkungan, khususnya genangan air dan pengelolaan sampah organik rumah tangga. Program biopori dipilih karena dinilai sebagai solusi yang sederhana, murah, dan efektif, serta dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Adv

Pembuatan biopori mendapat respons positif dari kepala dusun setempat karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung. Biopori sendiri merupakan lubang resapan air yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter sekitar 10 sentimeter dan kedalaman antara 60 hingga 100 sentimeter. Lubang tersebut kemudian diisi dengan sampah organik seperti daun kering, sisa sayuran, dan kulit buah.

Selain meningkatkan daya serap air hujan ke dalam tanah, sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang biopori akan terurai secara alami menjadi kompos, sehingga dapat menyuburkan tanah di sekitarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan pembuatan lubang biopori menggunakan peralatan sederhana, seperti pipa, bor, dan gergaji. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan biopori di beberapa titik strategis, salah satunya di halaman rumah kepala dusun.

Tak hanya melakukan pemasangan, mahasiswa KKN UNASMAN juga memberikan edukasi kepada aparat desa mengenai manfaat biopori dan dampak positif yang dihasilkan. Edukasi tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan melalui penerapan biopori di sekitar rumah masing-masing.

Koordinator Desa KKN UNASMAN Rappang Barat, Dani, menyampaikan bahwa program ini diharapkan menjadi pemicu kesadaran kolektif warga terhadap isu lingkungan.

“Kami berharap pembuatan biopori ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa ditiru oleh masyarakat. Ini langkah sederhana, namun sangat bermanfaat untuk menjaga lingkungan dan mengurangi genangan air,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Rappang Barat, Abd. Rahman, Spd., M,.Pd, menegaskan bahwa kegiatan biopori memiliki dampak positif yang berkelanjutan.

“Kegiatan biopori ini tentu memiliki dampak yang sangat baik, salah satunya mengolah sampah organik skala rumah tangga menjadi kompos alami dan meningkatkan kesuburan tanah,” kata Rahman.

Melalui program ini, mahasiswa KKN tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat desa.

Pembuatan biopori diharapkan mampu mengurangi risiko banjir, menjaga ketersediaan air tanah, serta mendorong pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan. Kolaborasi antara mahasiswa dan warga menjadi langkah kecil namun berdampak besar dalam menciptakan lingkungan desa yang bersih dan sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *