Advertorial

Damkar Polman Evakuasi Ular Berbisa di Binuang, Kasus Animal Rescue Terus Meningkat

×

Damkar Polman Evakuasi Ular Berbisa di Binuang, Kasus Animal Rescue Terus Meningkat

Sebarkan artikel ini

POLEWALI MANDAR, Potretnusantara.co.id – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar kembali melakukan evakuasi satwa liar yang meresahkan warga. Kali ini, seekor ular hitam berbisa berhasil diamankan dari permukiman warga di Sarampu, Kecamatan Binuang, Rabu (28/1/2026).

Laporan warga diterima petugas Damkar Polman pada pukul 16.07 WITA. Regu C yang bertugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

Adv

Dengan menggunakan peralatan khusus berupa grabstick serta alat pelindung diri (APD) standar, petugas berhasil mengevakuasi ular tersebut tanpa menimbulkan korban maupun mencederai hewan. Operasi penyelamatan berlangsung cepat dan situasi di lokasi dinyatakan kondusif tidak lama setelah tim tiba.

Peristiwa di Sarampu menambah daftar panjang kegiatan animal rescue yang ditangani Damkar Polman. Berdasarkan rekapitulasi data sepanjang tahun 2025, interaksi antara satwa liar dan permukiman warga di Kabupaten Polewali Mandar tergolong cukup tinggi.

Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 15 kasus evakuasi ular yang berhasil ditangani petugas. Jenis ular yang dievakuasi bervariasi, mulai dari ular python hingga jenis berbisa berbahaya seperti ular hitam yang memiliki bisa neurotoksin, sebagaimana kasus di BTN Al-Ikhlas pada November 2025.

Lokasi kejadian juga tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Matakali, Polewali, dan Wonomulyo.

Selain evakuasi ular, Damkar Polman sepanjang 2025 juga mencatat puluhan permintaan evakuasi sarang tawon jenis Vespa affinis, serta penanganan biawak dan tokek yang masuk ke rumah warga. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran pemadam kebakaran kini tidak hanya terbatas pada penanggulangan kebakaran, tetapi juga penyelamatan non-kebakaran.

Menanggapi keberhasilan evakuasi di Binuang, Kepala UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar, Imran, S.IP., M.M., mengapresiasi kinerja anggotanya sekaligus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.

“Terima kasih kepada Regu C yang bertugas hari ini atas respons cepat dan penanganan yang profesional di Sarampu. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami, baik dari ancaman kebakaran maupun gangguan satwa liar,” ujar Imran.

Ia juga menegaskan bahwa kasus serupa bukanlah hal baru di Polewali Mandar.

“Mengacu pada data tahun 2025, kasus ular masuk permukiman seperti kejadian hari ini di Binuang bukanlah hal baru. Tahun lalu kita menangani belasan kasus serupa, termasuk ular berbisa tinggi,” jelasnya.

Menurut Imran, fenomena tersebut kerap dipicu oleh terganggunya habitat satwa liar maupun faktor cuaca.

“Fenomena ini sering terjadi karena habitat asli mereka terganggu atau faktor cuaca yang membuat hewan mencari tempat yang lebih hangat atau lembap, seperti rumah warga,” tambahnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mengambil risiko dengan menangani sendiri satwa liar berbahaya.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tidak menangani sendiri jika menemukan ular berbisa atau sarang tawon yang berbahaya, karena sangat berisiko fatal. Segera hubungi Damkar Polman. Kami memiliki peralatan dan personel yang terlatih untuk animal rescue. Pelayanan kami gratis dan siaga 24 jam,” tutup Imran.

Masyarakat Kabupaten Polewali Mandar yang membutuhkan layanan darurat kebakaran maupun penyelamatan non-kebakaran, seperti evakuasi hewan dan pelepasan cincin, dapat menghubungi Call Center Damkar Polman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *