Makassar, Potretnusantara.co.id – Di tengah persoalan sampah plastik yang kian menumpuk dan menjadi ancaman serius bagi lingkungan perkotaan, secercah harapan muncul dari Kota Makassar. Lewat kreativitas dan kepedulian warga lokal, limbah plastik yang selama ini dipandang tak bernilai kini berhasil diubah menjadi sumber energi alternatif yang bermanfaat.
Sebuah inisiatif inspiratif diperlihatkan oleh seorang pria bernama Darwin, yang mendemonstrasikan proses pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Dalam sebuah video yang beredar luas, Darwin menunjukkan bagaimana sekitar 50 kilogram sampah plastik diolah dalam satu kali proses menggunakan alat peleburan khusus.
Dengan penuh ketelatenan, Darwin memasukkan tumpukan plastik yang telah dikumpulkan ke dalam mesin. Proses ini bukan sekadar eksperimen, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan. Perlahan namun pasti, plastik yang sulit terurai tersebut berubah menjadi minyak yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar.
Hasilnya pun tak main-main. Dalam demonstrasi tersebut, tampak api menyala stabil melalui selang yang terhubung dengan minyak hasil olahan. Hal ini menjadi bukti bahwa bahan bakar dari limbah plastik memiliki kualitas pembakaran yang baik dan berpotensi menjadi solusi energi alternatif di masa depan.
“Mari memulai dari hal kecil untuk kebaikan bersama dalam mengatasi masalah sampah yang menjadi momok menakutkan untuk Kota Makassar,” ujar Darwin, Selasa (27/1/2026). Pesan sederhana ini mengandung makna besar, perubahan selalu bermula dari keberanian satu orang untuk bertindak.
Selain membawa dampak positif bagi lingkungan, gerakan ini juga sarat nilai kemanusiaan. Dalam hal tersebut Darwin juga menyampaikan sebuah pesan moral bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang mampu memberi manfaat bagi sesama. Sebuah pengingat bahwa inovasi sejati bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang kepedulian.
Inovasi Darwin turut membantu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Makassar sekaligus membuka mata masyarakat bahwa sampah plastik bukan akhir dari segalanya. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah dapat berubah menjadi peluang, bahkan sumber penghidupan.
Lebih dari sekadar solusi teknis, langkah ini menjadi inspirasi bagi generasi muda dan masyarakat luas untuk berani berinovasi dan mengambil peran dalam menjaga lingkungan. Jika satu orang mampu mengolah puluhan kilogram sampah, bayangkan dampaknya bila gerakan ini dilakukan secara kolektif.
Ke depan, inovasi seperti ini mendapat dukungan lebih luas dari berbagai pihak, baik pemerintah, komunitas, maupun dunia pendidikan. Dengan kolaborasi dan semangat gotong royong, Makassar bukan hanya bisa mengurangi masalah sampah, tetapi juga melangkah menuju kota yang lebih mandiri energi dan ramah lingkungan.
Upaya yang dilakukan Darwin menjadi bukti bahwa dengan kreativitas, ketekunan, dan niat baik, persoalan besar yang menghantui perkotaan dapat disulap menjadi sumber daya bernilai ekonomis sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat luas. Sebuah inspirasi bahwa perubahan itu nyata, dan bisa dimulai hari ini.















