Luwu Timur, Potretnusantara.co.id – Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Dirga Saputra, menyoroti lambannya penanganan dampak kebocoran pipa milik PT Vale Indonesia yang merugikan lahan pertanian warga. Ia mendesak manajemen perusahaan agar segera merealisasikan pembayaran kompensasi kepada para petani terdampak.
Dirga yang merupakan putra asli Desa Timampu mengaku prihatin terhadap kondisi masyarakat di kampung halamannya. Menurutnya, proses penyelesaian ganti rugi terkesan lambat dan berbelit-belit, sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi warga yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
“Saya selaku Presiden Mahasiswa UIN Palopo sekaligus putra daerah Timampu, mengimbau keras kepada manajemen PT Vale agar segera menyelesaikan kewajibannya. Tolong jangan terlalu berbelit-belit dalam proses administrasi,” tegas Dirga, Rabu (17/12/2025).
Ia mengingatkan bahwa penundaan pembayaran kompensasi secara berkepanjangan berpotensi memicu gejolak sosial di tengah masyarakat. Dirga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik, khususnya warga yang berada di wilayah pemberdayaan atau lingkar tambang.
“Jangan biarkan masyarakat resah menunggu hak mereka. Jika terus ditunda, jangan salahkan jika masyarakat hilang kepercayaan terhadap komitmen perusahaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dirga berharap PT Vale dapat menunjukkan itikad baik dengan memprioritaskan penyelesaian dampak lingkungan tersebut secara cepat dan transparan demi menjaga hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat setempat.















